Nasionalisasi Nama-nama Wilayah di Gunungkidul

Nasionalisasi Nama-nama Wilayah di Gunungkidul

Nasionalisasi nama-nama wilayah di Gunungkidul mencerminkan peralihan dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Fenomena ini menarik untuk dikaji dari aspek linguistik dan sejarah. Salah satu contohnya adalah Wonosari, yang berakar dari kata Jawa {wana} dan {sari}. Namun, apakah perubahan ini sepenuhnya benar atau justru mengaburkan identitas bahasa lokal? Simak analisis selengkapnya di artikel ini.
Berbondong untuk Jagong, Ekonomi Pikir Keri!

Berbondong untuk Jagong, Ekonomi Pikir Keri!

Film "Njagong" menghadirkan potret sosial masyarakat desa, di mana tradisi kondangan menjadi simbol gotong royong sekaligus tantangan ekonomi. Dengan pendekatan satire, film ini mencerminkan dilema antara ekspektasi budaya dan realitas hidup.
Jamasan dan Tembang Pocung

Jamasan dan Tembang Pocung

Jamasan adalah ritual penyucian pusaka dalam budaya Jawa yang mencerminkan penghormatan terhadap warisan leluhur. Disertai Tembang Pocung, tradisi ini memiliki makna spiritual yang mendalam.
Mbah Kasta Sandêp Gembira Mendapat Hadiah Bibit Pohon Kelapa

Mbah Kasta Sandêp Gembira Mendapat Hadiah Bibit Pohon Kelapa

Mbah Kasta atau Kasta Sandep namanya, warga perempuan Dusun Purwa Kalisari Semin Gunungkidul. Dusun Purwa berada di wilayah pegunungan. Sore itu ia pulang dari sawah. Ia mampir di halaman rumah Pakdhe Panggih dimana beberapa pemuda dusun sedang menurunkan bibit kelapa yang dibawa dari daerah "ngaré".