Skip to content
geknjo.co

geknjo.co

Dekat, lekat, dan bertumbuh

  • Lumbung
  • Raos
  • Gelaran
  • Binar
  • Tutur
  • Lampau
  • facebook.com
  • twitter.com
  • t.me
  • instagram.com
  • youtube.com
geknjo.co
Posted inBinar

Tradisi Rasulan Bisa dianggap Tak Penting dan Sebatas Orkestra Budaya Semata

Satu wilayah dengan wilayah lain memiliki waktu pelaksanaan rasulan yang berbeda-beda. Sebab, penyelenggaraan tradisi dilakukan berdasarkan kesepakatan warga desa/dusun setelah mendapatkan rekomendasi waktu dari tetua adat setempat. Biasanya, rasulan dilaksanakan pada pertengahan tahun hingga November mengikuti kegiatan panen padi. Hampir seluruh wilayah Gunungkidul ngundhuh rasul.
Sumangga maos malih
Posted by Sintas Mahardika Sintas Mahardika 22 June 2026No Comments
Posted inTutur

Kelit Kelindan Setelah BBM Naik: Penglajon dan Empat Ribu yang Mengganjal Laju

perjuangan penglajon (komuter harian menggunakan motor) di Yogyakarta dan sekitarnya, khususnya pekerja kelas menengah bawah seperti kurir pengantar kacamata (Tian, 22) dan guru honorer (Sady, 28). Meski pekerjaan terlihat sederhana, realitanya sangat berat: jarak tempuh harian mencapai 200+ km, biaya operasional tinggi, dan kenaikan harga BBM (Pertamax naik Rp3.950 menjadi Rp16.250/liter per 10 Juni 2026) semakin memberatkan.
Sumangga maos malih
Posted by Sintas Mahardika Sintas Mahardika 19 June 2026No Comments
(Foto: Pratisara Bumi Foundation)
Posted inBinar

Sedusun: Tangan-tangan yang Memilih Tinggal di Gunungkidul

edusun: Cerita Inspiratif Daur Ulang Karung Semen di Women Ecopreneurs Market Day Bali 2026
Sumangga maos malih
Posted by Sintas Mahardika Sintas Mahardika 19 May 2026No Comments
Posted inBinar

FSTVLST Resmi Rilis Paradoks Diametral: Hearing Session di Gunungkidul Dipenuhi Pendengar Muda

FSTVLST resmi diperdengarkan di Warung HL, Gunungkidul, oleh MESINFSTVLST yang berkolaborasi dengan Ruas Jari Collective. Sesi ini menjadi penutup Hearing Session Road Trip II album ketiga mereka, sekaligus penanda perilisan global di berbagai platform digital pada Jumat Pon, 1 Mei 2026.
Sumangga maos malih
Posted by Maulana Hanafi Hanafi Maulana Hanafi Hanafi 11 May 2026No Comments
Posted inLampau

Zaman Gaber: Tanah dan Tubuh yang Dipindahkan (II)

Pada awal 1960-an, Gunungkidul bukan hanya dikenal sebagai daerah tandus—tetapi sebagai lanskap krisis kemanusiaan. Zaman yang disebut “Gaber” meninggalkan jejak kelaparan, tubuh-tubuh yang disebut “madjat hidup”, dan kisah yang jarang benar-benar dibicarakan hari ini.
Sumangga maos malih
Posted by Dian Anjar Nugroho Dian Anjar Nugroho 30 March 2026No Comments
Posted inLampau

Zaman Gaber: Tanah dan Tubuh yang Dipindahkan (I)

Dalam sebuah arsip tentang zaman gaber di Gunungkidul tercatat kalimat yang mengguncang: “nasi di atas tungku bisa diangkat orang.” Di bagian lain disebutkan harga tanah merosot hingga satu meter persegi setara dengan satu kilogram tepung gaplek. Catatan-catatan ini menggambarkan situasi ketika kelaparan menggerus batas kepemilikan: rumah tidak lagi aman, tanah kehilangan nilainya, dan warga desa terdorong meninggalkan kampung untuk mengemis di kota.
Sumangga maos malih
Posted by Dian Anjar Nugroho Dian Anjar Nugroho 23 March 2026No Comments
(Bapak nyunggi sekarung gabah dari gubug menuju sepeda motor)
Posted inBinar

Sambatan Ngarit Pari di Dusun Pringamba

Sambatan ngarit pari di Dusun Pringamba menjadi bukti kuatnya budaya gotong royong petani desa. Di tengah bulan puasa, panen padi tetap berlangsung hangat dalam kebersamaan keluarga dan tetangga.
Sumangga maos malih
Posted by Gilang Rosady Gilang Rosady 15 March 2026No Comments
Posted inRaos

Zaman Gaber: Hidup dan Mati dalam Ketimpangan Kelas Sosial dan Kegagalan Negara (II)

Tulisan ini adalah bagian lanjutan dari artikel pertama yang berjudul “ Zaman Gaber: Hidup dan Mati dalam Ketimpangan Kelas Sosial dan Kegagalan Negara” yang diunggah di geknjo.co pada 9 September 2025.
Sumangga maos malih
Posted by Dian Anjar Nugroho Dian Anjar Nugroho 8 March 20261
Posted inGelaran

Sastra Sêklimah Membawa Cerita ke Kota dalam Pameran Sangaskara

Sastra Sêklimah dalam Pameran Sangaskara di JNM Bloc menghadirkan Wayang Uwuh dan monolog Surat Suratin sebagai refleksi krisis ekologis, perbudakan modern, serta relasi manusia dan alam melalui seni pertunjukan kontemporer.
Sumangga maos malih
Posted by Bagong Gugat Bagong Gugat 2 March 2026No Comments
Posted inBinar

Srawung Rasa di Candi Selagriya

Lagu Indonesia Raya yang diputar panitia senam sehat membangunkan tidurku yang baru setengah jam. Aku pun bersiap, berdiri tegap, dan mataku langsung disambut sebuah kalimat yang terpampang di atas pintu. Kalimat itu berbunyi: “penjajahan di dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Aku terkejut. Rupa-rupanya, Indonesia masih ada pagi ini. Sungguh sebuah mula yang baik di hari menanam.
Sumangga maos malih
Posted by Jodikrama Jodikrama 1 February 2026No Comments
Aktivitas menanam pohon di Gunung Genthong Gunungkidul
Posted inBinar

Giat Menanam Pertamaku di Tahun Ini

"Pengalaman menanam pohon di Gunung Genthong Gedangsari, petilasan Brawijaya Majapahit di Gunungkidul. Gabungan aksi ekologis, nyadran, dan kesadaran hidup di lereng gunung asri dengan pohon balabag."
Sumangga maos malih
Posted by Jodikrama Jodikrama 26 January 2026No Comments
Posted inGelaran

Kepyakan Festival Bedhidhing: Duduk Bersila Bersama Warga

Padatan Padinan di Festival Bedhidhing 2025 menghadirkan kepyakan, sajian desa, dan film warga yang menghangatkan hati dan merawat jati diri komunitas.
Sumangga maos malih
Posted by Jodikrama Jodikrama 19 November 2025No Comments
Posted inRaos

Sejarah dan Makna di Balik Reyog Dhodhog Gunungkidul

Reyog Dhodhog bukan sekadar pertunjukan, tetapi cermin jiwa dan kesetiaan leluhur Jawa. Dukung pelestarian budaya lokal dengan membagikan artikel ini atau berkunjung langsung ke Gunungkidul untuk menyaksikan keindahannya.
Sumangga maos malih
Posted by Nurwanto Sigit Nurwanto Sigit 13 November 20252
Posted inBinar

Kelompokan Menabur Benih Padi di Musim Ngawu-awu

Kelompokan merupakan istilah yang disepakati oleh masyarakat tani Gunungkidul untuk menyebut kegiatan mengolah lahan yang dilakukan oleh beberapa orang secara bersama-sama. Nama kelompokan dipilih karena dalam praktik kerjanya dilakukan secara berkelompok. Satu kelompok dapat berjumlah lima sampai sepuluh orang, biasanya terdiri dari tiga atau lebih ibu-ibu dan dua sampai tiga bapak-bapak. 
Sumangga maos malih
Posted by Rochmat Basuki Rochmat Basuki 3 November 20254
Posted inRaos

Zaman Gaber: Hidup dan Mati dalam Ketimpangan Kelas Sosial dan Kegagalan Negara

Zaman Gaber di Gunungkidul tahun 1960-an bukan sekadar cerita paceklik, tetapi cermin dari krisis pangan, ketimpangan kelas sosial, dan kegagalan negara dalam melindungi rakyatnya.
Sumangga maos malih
Posted by Dian Anjar Nugroho Dian Anjar Nugroho 9 September 20252
Posted inGelaran

Di antara Harapan dan Reruntuhan, Universitas Gunung Kidul Menggelar Festival Pertamanya.

Mystical Festival 2025 menjadi momen bersejarah bagi Universitas Gunung Kidul. Untuk pertama kalinya, UKM seni ROS menghadirkan pameran seni rupa “Gunungkidul Arane” dan pertunjukan teater “Suwuk”.
Sumangga maos malih
Posted by Jodikrama Jodikrama 23 August 2025No Comments
“Bebrayan Agung”, Sebuah Catatan Dekoloni Sederhana tentang Tempat Tinggal
Posted inRaos

“Bebrayan Agung”, Sebuah Catatan Dekoloni Sederhana tentang Tempat Tinggal

Terkadang, pengetahuan lokal dianggap sebelah mata oleh beberapa orang. Saya kerap mendengar kalimat di tongkrongan, warung kopi, dan beberapa forum diskusi: “Itu tak ilmiah, kurang memenuhi syarat sejarah. Itu ‘hanya’ tutur, lisan, foklor, dan halusinasi saja. Sebatas dongeng”. “Itu” yang dimaksud adalah pengetahuan lokal.
Posted by Sintas Mahardika Sintas Mahardika 16 January 2025

Posts pagination

Previous page 1 … 7 8 9
Tepang
  • Facebook
  • Instagram
  • Pinterest
  • Twitter
Seratan liyané
  • Tradisi Rasulan Bisa dianggap Tak Penting dan Sebatas Orkestra Budaya Semata
    Dalam Binar
    22 June 2026
    No Comments
  • Kelit Kelindan Setelah BBM Naik: Penglajon dan Empat Ribu yang Mengganjal Laju
    Dalam Tutur
    19 June 2026
    No Comments
PEDOMAN SIBER
Pedoman Siber: Kami berkomitmen untuk menjalankan kegiatan jurnalistik sesuai dengan Pedoman Media Siber yang ditetapkan oleh Dewan Pers.
“Panjenengan saged kemawon sampun ngliwati.”
Posted inBinar

Tradisi Rasulan Bisa dianggap Tak Penting dan Sebatas Orkestra Budaya Semata

Posted by Sintas Mahardika Sintas Mahardika 22 June 2026
Posted inTutur

Kelit Kelindan Setelah BBM Naik: Penglajon dan Empat Ribu yang Mengganjal Laju

Posted by Sintas Mahardika Sintas Mahardika 19 June 2026
(Foto: Pratisara Bumi Foundation)
Posted inBinar

Sedusun: Tangan-tangan yang Memilih Tinggal di Gunungkidul

Posted by Sintas Mahardika Sintas Mahardika 19 May 2026
Posted inBinar

FSTVLST Resmi Rilis Paradoks Diametral: Hearing Session di Gunungkidul Dipenuhi Pendengar Muda

Posted by Maulana Hanafi Hanafi Maulana Hanafi Hanafi 11 May 2026
2025 — geknjo.co
Scroll to Top