Kelit Kelindan Setelah BBM Naik: Penglajon dan Empat Ribu yang Mengganjal Laju

Kelit Kelindan Setelah BBM Naik: Penglajon dan Empat Ribu yang Mengganjal Laju

perjuangan penglajon (komuter harian menggunakan motor) di Yogyakarta dan sekitarnya, khususnya pekerja kelas menengah bawah seperti kurir pengantar kacamata (Tian, 22) dan guru honorer (Sady, 28). Meski pekerjaan terlihat sederhana, realitanya sangat berat: jarak tempuh harian mencapai 200+ km, biaya operasional tinggi, dan kenaikan harga BBM (Pertamax naik Rp3.950 menjadi Rp16.250/liter per 10 Juni 2026) semakin memberatkan.
Srawung Rasa di Candi Selagriya

Srawung Rasa di Candi Selagriya

Lagu Indonesia Raya yang diputar panitia senam sehat membangunkan tidurku yang baru setengah jam. Aku pun bersiap, berdiri tegap, dan mataku langsung disambut sebuah kalimat yang terpampang di atas pintu. Kalimat itu berbunyi: “penjajahan di dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Aku terkejut. Rupa-rupanya, Indonesia masih ada pagi ini. Sungguh sebuah mula yang baik di hari menanam.
Dasar, Inlander Bodoh!

Dasar, Inlander Bodoh!

Sintas Mahardika adalah penulis dan peneliti budaya yang tertarik pada dinamika sejarah dan sosial di akar rumput. Ia aktif mendokumentasikan narasi warga desa, folklore lokal, dan mengangkat sejarah dari perspektif bawah-sentris.