Kelompokan Menabur Benih Padi di Musim Ngawu-awu

Kelompokan Menabur Benih Padi di Musim Ngawu-awu

Kelompokan merupakan istilah yang disepakati oleh masyarakat tani Gunungkidul untuk menyebut kegiatan mengolah lahan yang dilakukan oleh beberapa orang secara bersama-sama. Nama kelompokan dipilih karena dalam praktik kerjanya dilakukan secara berkelompok. Satu kelompok dapat berjumlah lima sampai sepuluh orang, biasanya terdiri dari tiga atau lebih ibu-ibu dan dua sampai tiga bapak-bapak. 
Dasar, Inlander Bodoh!

Dasar, Inlander Bodoh!

Sintas Mahardika adalah penulis dan peneliti budaya yang tertarik pada dinamika sejarah dan sosial di akar rumput. Ia aktif mendokumentasikan narasi warga desa, folklore lokal, dan mengangkat sejarah dari perspektif bawah-sentris.