Posted inRaos
“Bebrayan Agung”, Sebuah Catatan Dekoloni Sederhana tentang Tempat Tinggal
Terkadang, pengetahuan lokal dianggap sebelah mata oleh beberapa orang. Saya kerap mendengar kalimat di tongkrongan, warung kopi, dan beberapa forum diskusi: “Itu tak ilmiah, kurang memenuhi syarat sejarah. Itu ‘hanya’ tutur, lisan, foklor, dan halusinasi saja. Sebatas dongeng”. “Itu” yang dimaksud adalah pengetahuan lokal.
