Srawung Rasa di Candi Selagriya

Srawung Rasa di Candi Selagriya

Lagu Indonesia Raya yang diputar panitia senam sehat membangunkan tidurku yang baru setengah jam. Aku pun bersiap, berdiri tegap, dan mataku langsung disambut sebuah kalimat yang terpampang di atas pintu. Kalimat itu berbunyi: “penjajahan di dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Aku terkejut. Rupa-rupanya, Indonesia masih ada pagi ini. Sungguh sebuah mula yang baik di hari menanam.
Aktivitas menanam pohon di Gunung Genthong Gunungkidul

Giat Menanam Pertamaku di Tahun Ini

"Pengalaman menanam pohon di Gunung Genthong Gedangsari, petilasan Brawijaya Majapahit di Gunungkidul. Gabungan aksi ekologis, nyadran, dan kesadaran hidup di lereng gunung asri dengan pohon balabag."
Kelompokan Menabur Benih Padi di Musim Ngawu-awu

Kelompokan Menabur Benih Padi di Musim Ngawu-awu

Kelompokan merupakan istilah yang disepakati oleh masyarakat tani Gunungkidul untuk menyebut kegiatan mengolah lahan yang dilakukan oleh beberapa orang secara bersama-sama. Nama kelompokan dipilih karena dalam praktik kerjanya dilakukan secara berkelompok. Satu kelompok dapat berjumlah lima sampai sepuluh orang, biasanya terdiri dari tiga atau lebih ibu-ibu dan dua sampai tiga bapak-bapak. 
Ing Sumber Kali Kidul, Purwa

Ing Sumber Kali Kidul, Purwa

“Dusun Purwa dan Sumber Kali Kidul bukan hanya soal air, tapi tentang keselarasan hidup manusia dengan alam. Cerita tentang Ula Weling dan ajaran Mbah Marsih menjadi pengingat bahwa menjaga keseimbangan itu bukan sekadar ritual, tapi kearifan yang diwariskan.”
Mbah Kasta Sandêp Gembira Mendapat Hadiah Bibit Pohon Kelapa

Mbah Kasta Sandêp Gembira Mendapat Hadiah Bibit Pohon Kelapa

Mbah Kasta atau Kasta Sandep namanya, warga perempuan Dusun Purwa Kalisari Semin Gunungkidul. Dusun Purwa berada di wilayah pegunungan. Sore itu ia pulang dari sawah. Ia mampir di halaman rumah Pakdhe Panggih dimana beberapa pemuda dusun sedang menurunkan bibit kelapa yang dibawa dari daerah "ngaré".