Reyog Dhodhog Gunungkidul: Antara Ingatan, Tradisi, dan Esensi yang Harus Dilestarikan

Reyog Dhodhog Gunungkidul: Antara Ingatan, Tradisi, dan Esensi yang Harus Dilestarikan

Reyog berasal dari kata “Rog,” yang memiliki kesamaan arti dengan “Reg” dan “Yog,” yakni bergerak atau berguncang. Nama Reyog Dhodhog atau Reyog Prajuritan diambil dari karakteristik tokoh, koreografi, dan alat musik pengiringnya. Kata “Dhodhog” merujuk pada kendhang Dhodhog, instrumen khas yang menjadi pengiring utama dalam pertunjukan ini. Kendang Dhodhog adalah beduk kecil berbahan kayu jati, yang hanya satu sisinya saja yang ditutupi kulit.