Zaman Gaber: Tanah dan Tubuh yang Dipindahkan (II)

Zaman Gaber: Tanah dan Tubuh yang Dipindahkan (II)

Pada awal 1960-an, Gunungkidul bukan hanya dikenal sebagai daerah tandus—tetapi sebagai lanskap krisis kemanusiaan. Zaman yang disebut “Gaber” meninggalkan jejak kelaparan, tubuh-tubuh yang disebut “madjat hidup”, dan kisah yang jarang benar-benar dibicarakan hari ini.
Zaman Gaber: Tanah dan Tubuh yang Dipindahkan (I)

Zaman Gaber: Tanah dan Tubuh yang Dipindahkan (I)

Dalam sebuah arsip tentang zaman gaber di Gunungkidul tercatat kalimat yang mengguncang: “nasi di atas tungku bisa diangkat orang.” Di bagian lain disebutkan harga tanah merosot hingga satu meter persegi setara dengan satu kilogram tepung gaplek. Catatan-catatan ini menggambarkan situasi ketika kelaparan menggerus batas kepemilikan: rumah tidak lagi aman, tanah kehilangan nilainya, dan warga desa terdorong meninggalkan kampung untuk mengemis di kota.